Menanam Semangka Inul




Siapa yang tidak kenal dengan buah semangka inul, buah semangka inul berbentuk lonjong berwarna hijau, isinya merah merona dan rasanya manis. Buah semangka banyak di gemari banyak orang karena rasanya yang manis dan segar.

Kali ini saya akan menulis tentang cara menanam tanaman semangka. Sebagai petani rumahan dan masih pemula tentunya dalam menanam tanaman semangka di rumah adalah pekerjaan yang asik dijadikan sebuah pengalaman menjadi petani rumahan. Menanam semangka inul itu sangatlah mudah, apalagi bila melihat petani semangka dengan hasil panennya yang berlimpah, sepertinya mudah sekali untuk di jadikan bisnis budidaya semangka dan menghasilkan pundi-pundi rupiah yang sangat fantastis.

Mulai dengan cara semai biji semangka yang dibutuhkan adalah wadah untuk semai, setelah semai biasanya yang dibutuhkan adalah lahan luas, tetapi kali ini tidak perlu lahan luas bagi saya. Dengan menggunakan plastic polybag dan media tanam seperti sekam bakar, tanah dan pupuk kandang maka teman-teman sudah dapat menanam tanaman semangka.

Menanam tanaman semangka versi saya adalah tanaman semangka skala rumahan dan ditanam di halaman rumah. Dengan menggunakan media tanam seperti sekam bakar, tanah, dan pupuk kandang. Semua bahan dicampur menjadi satu dan di biarkan selama 2 minggu.

Langkah awal adalah semai biji semangka, kali ini saya semai menggunakan kain basah dan mengungkep biji semangka selama 2 hari 2 malam sampai keluar kecambah. Setelah biji semangka yang sudah diungkep didiamkan selama 2 hari 2 malam, dan mulailah biji spot atau mengeluarkan kecambah maka yang dibutuhkan adalah menyiapkan media tanam seperti gelas plastic bekas air mineral yang sudah diisi media tanam seperti sekam bakar. Saya mencoba 10 biji samangka sebagai bahan percobaan dan hanya mendapatkan 4 biji semangka yang mengeluarkan kecambah.

Setekah biji semangka sudah dimasukkan kedalam gelas plastic maka masih menunggu perkembangannya hingga 1 minggu.

Setelah masuk 1 minggu atau lebih terlihat tanaman semangka mulai menunjukan kesuburannya dan saya taruh di atas genteng agar pertumbuhannya subur dan mendapatkan cukup sinar matahari. Apabila kurang sinar matahari biasanya tanaman menjadi kutilang alias kurus tinggi langsing.

Masuk 2 minggu melihat perkembangan sangat signifikan, dan disiram dengan rutin tiap hari maka tanaman semangka menjadi subur dan berdaun besar-besar.

Setelah tanaman semangka terlihat subur dan menghasilkan daun yang besar-besar kurang lebih satu sampai dua minggu, barulah dilakukan dengan cara pindah tanam. Kali ini saya pindah tanam dengan menggunakan palstik polybag yang sudah diisi dengan media tanam seperti sekam bakar, tanah, dan pupuk kandang.

Ke 4 tanaman semangka yang tumbuh subur dan siap pindah tanam saya pindahkan kedalam plastic polybag, sambil menunggu perkembangan tanaman semangka diperlukan penyiraman dan pemupukan yang rutin.



Penyiraman dan Pemupukan

Lakukan penyiraman dengan pupuk rutin 3 hari sekali semenjak usia tanama 7 hari setelah pindah tanam. Kali ini saya menggunakan pupuk urea untuk melakukan penyiraman dengan cara kocor dan semprot.

Takaran yang disiapkan untuk penyiraman dengan pupuk urea saya gunakan takaran 18 liter air dan 1 sendok makan pupuk urea.

Dan untuk penyiraman atau semprot dilakukan setiap hari dikarenakan saya menggunakan media tanam dengan polybag. Dengan menggunakan polybag biasanya tanaman semangka banyak menyerap air membuat media tanam didalam plastic polybag cepat kering.

Ditambah lagi dengan cuaca yang sangat panas, maka tanaman semangka banyak menyerap nutrisi dalam media tanam.

Apabila tanaman semangka tidak disiram pada pagi hari dan cuaca sangat terik akibatnya tanaman semangka akan layu dan setres.

Sampai disini penulisan artikel kami tentang menanam tanaman semangka inul, untuk melihat seperti apa hasil panen semangka inul yang saya tanam, ikuti terus kelanjutan artikel kami. terimakasih

Penulis : Novianto

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama