Sawi hijau jenis sayuran yang dapat dikonsumsi atang dan
daunnya, sawi hijau ini banyak digemari oleh masyarakat. Selain murah dan mudah
mendapatkannya di pasar tradisional dan di supermarket. Sayuran ini bisa dimasak
menjadi berbagai macam masakan.
Sawi juga bisa ditanam menggunakan teknik hidroponik
sederhana, dan bisa ditanam dengan menggunakan plastic polybag.
Pada tutorial ini kami akan bagi menjadi tiga tahapan yaitu:
- - Tahap semai
- - Pindah tanam
- - Pembesaran
Tahap semai
Siapkan alat dan bahan seperti rockwool atau bisa juga
memakai spon, atau bahan lain yang dapat membantu dalam pertumbuhan biji sawi. Kemudian
gergaji kecil untuk memotong rockwool, atau gunting untuk memotong spoon. Kemudian
sprayer, benih sawi dan terakhir lidi atau tusuk gigi.
Potong rockwool setebal 2-3 cm menggunakan gergaji besi atau
potong spoon dengan menggunakan gunting. Pemotongan rockwool di bagi menjadi 18
potong dengan cara mengiris pendek menjadi tiga bagian, dan bagian yang panjang
dipotong menjadi 6 bagian. Iris rockwool sedalam 1 cm agar rockwool tidak
terpotong atau terpisah. Sama juga bila menggunakan spoon ikuti langkah yang
sama, atau bila teman-teman tidak ada rockwool atau spoon bisa juga menggunakan
media apa saja untuk semai benih sawi hijau.
Kemudian lubangi setiap kotak rocwool atau spoon atau bahan
apasaja sedalam 0.5 cmmenggunakan lidi atau tusuk gigi yang taelah disediakan. Setelah
dilubangi kemudian masukkan benih sawi kedalam lubang rockwool, masing-masing
satu lubang diisi satu biji. Atau bisa langsung di sebar kedalam wadah yang
sudah diisi dengan arang sekam tanpa harus menggunakan bahan rockwool atau
spoon.
Setelah biji sawi masuk kedalam lubang rockwool atau, spoon
dan atau wadah lain, kemudian siram dengan menggunakan sprayer hingga basah
semua atau lembab.
Letakkan semaian ditempat terbuka dan mendapatkan cukup
sinar matahari sedang, agar pertumbuhan biji sawi dapat cepat mengeluarkan
kecambah.
Pindah Tanam
Setelah kurang lebih 10 hari setelah semai, sudah waktunya
untuk pindah tanam. Ciri-cirinya daun pada bibit sawi ini sudah tumbuh lebih
dari 2 daun atau 4 daun. Caranya kami menyediakan netpot untuk menempatkan
bibit sawi yang ada di rockwool. Netpot ini kami kasih kain planel sebagai
sumbu yang dinamakan system wik, untuk hidroponik ini kami menggunakan botol
bekas air mineral yang sudah di potong menjadi wadah untuk menampung air
nutrisinya dan sebagai penopang netpot nantinya.kemudia rockwol dimasukkan
kedalam netpot yang sudah ada kain planelnya lalu dipindahkan kebotol bekas air
mineral menjadi system hidroponik sederhana. Atau bila teman-teman menggunakan polybag bisa
juga langsung di tempatkan dalam polybag yang sudah diisi dengan media tanam,
seperti sekam bakar, tanah yang sudah di fermentasi dengan pupuk kandang. Tapi kami menggunakan bahan seperti di gambar ini.
Baca Juga : Cara menanam selada sistem wik dan di polybag
Tahap Pembesaran
Setelah pindah tanam berlangsung, maka kepekatan nutrisi
dalam air dinaikkan menjadi 1000 ppm guna mempercepat pertumbuhan tanaman sawi
hijau. Setelah 24 hari berjalan kepekatan nutrisi dinaikkan menjadi 1.200 ppm.
Sama juga dengan menggunakan media tanam dalam polybag,
penyiraman dapat dilakukan selama 3 hari sekai dengan menggunakan pupuk urea. Takaran
pupuk urea untuk penyiraman tanaman sawi hijau kami menggunakan air sebanyak 18
liter dan pupuk urea 1 sendok makan. Kemudian air yang sudah dicampur dengan
pupuk urea untuk menyiram tanaman sawi hijau.
Tahap pembesaran tanaman sawi setelah berjalan 30 hari
pertumbuhan sawi sangat baik. Pertumbuhan daun dan batangnya sangat besar dan
sudah bisa dipanen.
Panen sayuran sawi hijau dapat dilakukan setelah hari ke 30.
Sayuran sawi hijau ini bisa dibuat untuk berbagai macam masakan keluarga.
Demikian tutorial cara menanam sawi hijau atau caesim dari
semai sampai panen. Semoga teman-teman petani pemula dapat terinspirasi. Terimakasih.
Penulis: Novianto